Sehat
Home » Blog » Jangan Minum Es Teh Setelah Makan Bakso, Ini Alasannya!

Jangan Minum Es Teh Setelah Makan Bakso, Ini Alasannya!

Jangan Minum Es Teh Setelah Makan Bakso, Ini Alasannya!
Jangan Minum Es Teh Setelah Makan Bakso, Ini Alasannya! 29/04/2026 Foto: Pinterest

Halo, Foodlover! Minum es teh manis setelah menikmati semangkuk bakso memang terasa sangat nikmat. Sensasi segar dan manisnya teh jadi pelengkap sempurna setelah asyiknya mengunyah bakso bersama kuah hangat. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak seaman yang dibayangkan. Para ahli gizi menyebut, minum es teh setelah makan bakso berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi penting dari daging. Terutama bagi ibu hamil, anak, dan orang dengan risiko anemia, pola makan ini perlu ditinjau kembali. Meski tidak selalu berbahaya pada orang sehat, dampak jangka panjang bisa mengurangi kualitas asupan protein dan zat besi secara perlahan.

Bahaya Minum Teh Setelah Makan Bakso

Minum es teh setelah makan bakso mulai menuai sorotan setelah sebuah video viral menjelaskan bahwa teh mengandung zat tanin. Tanin adalah senyawa yang dapat mengikat zat gizi seperti protein dan zat besi di dalam saluran pencernaan. Saat teh diminum berbarengan atau langsung setelah makan bakso, tanin bereaksi dengan protein dan zat besi dari daging. Proses penyerapan kedua nutrisi ini menjadi kurang efektif. Ahli gizi klinis menegaskan, pola ini lama‑lama bisa menyumbang risiko anemia, terutama pada kelompok yang asupan zat besi sudah cenderung rendah. Untuk orang dewasa sehat, efeknya mungkin tidak langsung terasa, tapi pada ibu hamil dan anak sedang tumbuh, dampaknya lebih krusial.

Kandungan Tanin Dan Hambatan Penyerapan Zat Besi

Teh hitam dan teh hijau mengandung tanin dalam jumlah cukup tinggi. Tanin membentuk kompleks dengan zat besi haem dari daging, sehingga molekul zat besi sulit diterima oleh dinding usus. Bakso biasanya berasal dari daging sapi atau ayam yang menjadi sumber protein dan zat besi utama. Ketika daging baik dimakan bersama es teh, sebagian zat besi justru tidak bisa dimanfaatkan tubuh. Penelitian menyebut, konsumsi teh bersama atau segera setelah makan berpotensi menurunkan ketersediaan zat besi hingga puluhan persen. Ini bukan mitos belaka, melainkan fenomena yang sudah teramati dalam studi tentang interaksi tanin dan zat gizi. Kondisi ini sangat tidak ideal bagi orang dengan defisiensi zat besi, mereka yang anemia, atau yang sedang berusaha menambah berat badan dan massa otot.

Risiko Kesehatan Bagi Ibu Hamil Dan Anak

Ibu hamil membutuhkan zat besi lebih tinggi untuk membentuk sel darah merah dan mendukung pertumbuhan janin. Minum es teh setelah makan bakso atau lauk daging bisa memperparah risiko anemia kehamilan. Anemia pada ibu hamil berkaitan dengan kelelahan, risiko persalinan prematur, serta berat badan lahir rendah pada bayi. Pada anak, kebutuhan zat besi dan protein sangat penting untuk perkembangan otak dan massa otot. Pola makan yang sering mencampur bakso dengan es teh manis dapat mengurangi efisiensi penyerapan nutrisi tersebut. Jika kebiasaan ini berulang dan terus‑menerus, tumbuh‑kembang anak bisa terganggu secara perlahan. Dokter gizi menyarankan ortu mengganti es teh dengan minuman lain yang tidak mengandung tanin, terutama saat anak makan bakso atau lauk berbasis daging.

Tips Aman Konsumsi Teh Setelah Makan

Ahli gizi tidak melarang orang minum teh sepenuhnya, tetapi menyarankan penyesuaian waktu dan jenis teh. Salah satu saran utama adalah menjaga jarak antara waktu makan bakso dan minum teh. Disarankan untuk menunggu sekitar 1–2 jam setelah makan baru menyesap teh. Jarak ini memungkinkan tubuh memproses lebih banyak protein dan zat besi dari daging terlebih dahulu. Jika ingin tetap minum sesuatu saat makan bakso, es jus atau air putih lebih aman. Jus buah yang mengandung vitamin C bahkan dapat membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. Untuk orang yang suka teh manis, batasi tambahan gula dan gunakan sedikit susu atau pengganti rendah lemak. Porsi teh juga perlu dibatasi, tidak menenggak banyak gelas dalam satu waktu. Dengan pola seperti ini, kebiasaan minum teh tetap bisa dinikmati tanpa mengancam kualitas nutrisi dari daging seperti bakso.

Perpaduan bakso dan es teh memang terasa “pas” di lidah, tapi secara fisiologis tidak selalu sepadan di dalam tubuh. Mengubah kebiasaan kecil ini bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga ketersediaan zat besi dan protein, terutama bagi ibu dan anak. (has)

Artikel Terkait