Kitchen & Dining
Home » Blog » Bikin Nangis! Ternyata Ini Penyebab Bawang Merah Pedih Di Mata

Bikin Nangis! Ternyata Ini Penyebab Bawang Merah Pedih Di Mata

Bikin Nangis! Ternyata Ini Penyebab Bawang Merah Pedih Di Mata
Bikin Nangis! Ternyata Ini Penyebab Bawang Merah Pedih Di Mata 09/04/2026 Foto: Pinterest

Halo, Foodlover! Hampir setiap orang pernah mengalami mata perih hingga meneteskan air mata saat berada di dapur. Aktivitas sederhana seperti memotong bawang merah atau bawang bombay sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para juru masak. Banyak orang mengira bahwa aroma bawang yang kuat adalah alasan utamanya. Namun, sebenarnya ada reaksi kimia yang jauh lebih kompleks terjadi saat pisau tajam Anda membelah lapisan umbi tersebut.

Fenomena ini bukan sekadar masalah sensitivitas mata terhadap bau menyengat. Secara ilmiah, bawang memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik untuk melindungi tubuhnya dari serangan hewan atau jamur di alam liar. Reaksi kimia ini baru akan aktif ketika jaringan bawang mengalami kerusakan fisik, seperti saat Anda mengiris atau mencincangnya. Mari kita bedah lebih dalam mengenai proses kimiawi yang terjadi di balik tetesan air mata Anda di dapur.

Proses Kimiawi Dibalik Penyebab Mata Perih Saat Mengiris Bawang

Bawang mengandung senyawa sulfur dan sebuah enzim khusus yang tersimpan dalam sel yang terpisah. Ketika pisau Anda merusak sel-sel bawang tersebut, enzim bernama allinase akan bercampur dengan asam amino sulfoksida. Pertemuan ini menghasilkan asam sulfenat yang sangat tidak stabil dan cepat berubah menjadi gas. Gas inilah yang kita kenal sebagai syn-propanethial-S-oxide atau faktor lakrimator.

Gas tersebut kemudian terbang ke udara dan mencapai permukaan bola mata Anda. Saat bersentuhan dengan kelembapan pada mata, gas ini akan bereaksi membentuk asam sulfat dalam konsentrasi yang sangat kecil. Meskipun kadarnya rendah, asam ini cukup kuat untuk merangsang ujung saraf sensorik pada kornea mata. Oleh karena itu, otak akan segera mengirimkan sinyal darurat kepada kelenjar air mata untuk memproduksi cairan pelindung guna membilas zat asing tersebut.

Mekanisme Pertahanan Alami Mata Terhadap Gas Bawang

Mata manusia memiliki sistem perlindungan yang sangat canggih untuk menghadapi iritan dari lingkungan luar. Ketika gas dari bawang mengenai kornea, kelenjar lakrimal akan bekerja ekstra keras menghasilkan air mata. Air mata ini berfungsi untuk mengencerkan asam sulfat yang terbentuk sehingga mata tidak mengalami kerusakan jaringan. Itulah alasan mengapa semakin banyak gas yang menguap, maka semakin deras pula air mata yang keluar dari pelupuk mata Anda.

Selain mengeluarkan air mata, respon refleks lainnya adalah keinginan untuk berkedip lebih sering atau menutup mata. Namun, mengucek mata dengan tangan yang masih terkena sisa sari bawang justru akan memperparah keadaan. Hal tersebut akan mentransfer lebih banyak zat sulfur langsung ke area sensitif. Maka dari itu, sangat penting untuk tetap tenang dan membiarkan air mata menjalankan tugas alaminya dalam membersihkan iritan tersebut secara perlahan.

Tips Ampuh Mencegah Mata Terasa Pedas Saat Memasak

Meskipun reaksi kimia ini bersifat alami, Anda sebenarnya bisa melakukan beberapa cara untuk meminimalkan efeknya. Salah satu tips paling efektif adalah dengan mendinginkan bawang di dalam lemari es sebelum Anda potong. Suhu dingin akan memperlambat laju reaksi enzim di dalam bawang sehingga pelepasan gas sulfur menjadi jauh lebih sedikit. Cara sederhana ini terbukti sangat membantu banyak orang saat harus mengolah bawang dalam jumlah besar.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan pisau yang sangat tajam saat bekerja di dapur. Pisau tumpul akan menghancurkan lebih banyak sel bawang dan melepaskan lebih banyak gas ke udara bebas. Sebaliknya, pisau tajam akan memotong jaringan bawang secara presisi tanpa merusak banyak dinding sel di sekitarnya. Selain itu, Anda juga bisa mencoba mengiris bawang di dekat aliran air atau menggunakan kipas angin kecil. Aliran udara akan meniup gas menjauh dari wajah Anda sebelum sempat mencapai area mata.

Perbedaan Jenis Bawang Dan Tingkat Kepedihan Pada Mata

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua jenis bawang memberikan tingkat perih yang sama pada mata. Bawang merah biasanya mengandung kadar sulfur yang jauh lebih tinggi daripada bawang putih atau bawang bombay manis. Oleh sebab itu, Anda mungkin akan merasa lebih cepat menangis saat mengiris bawang merah kecil untuk bumbu tumisan. Sementara itu, bawang putih cenderung lebih “ramah” karena struktur enzimnya sedikit berbeda saat mengalami pemotongan.

Bagi orang yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi, menggunakan kacamata pelindung atau goggles bisa menjadi solusi terakhir yang efektif. Meskipun terlihat unik, cara ini benar-benar menutup akses gas untuk menyentuh permukaan kornea mata secara langsung. Dengan memahami reaksi kimia ini, Anda kini tidak perlu khawatir lagi saat harus berurusan dengan bumbu dapur yang satu ini. Pilihlah metode pencegahan yang paling nyaman agar aktivitas memasak Anda tetap menyenangkan tanpa harus berurai air mata setiap hari.

Mengetahui alasan ilmiah ini tentu membuat kita lebih menghargai kompleksitas alam bahkan dari sebutir bawang. Jangan biarkan rasa perih menghentikan Anda dalam menciptakan hidangan lezat bagi keluarga tercinta. Selalu pastikan ventilasi dapur Anda baik agar sirkulasi udara lancar dan gas kimia tidak mengendap di satu titik ruangan. Selamat mencoba tips di atas dan semoga sesi memasak Anda berikutnya menjadi lebih nyaman serta bebas dari drama air mata! (has)

Artikel Terkait